Showing posts with label opinion. Show all posts
Showing posts with label opinion. Show all posts

Monday, December 14, 2015

Troye Sivan - Blue Neighbourhood


It's been a week (more than a week, actually) since it came out and I feel so proud of Troye, my cinnamon roll! Seriously, I was smiling like a proud mom when it came out.

LOOK AT THE COVER. It's so aesthetic. I have to give standing ovation to Troye's design team because of this beautiful art. It's like the coolest thing ever.

My favorite songs are YOUTH, for him, FOOLS, WILD, BITE, TALK ME DOWN, COOL, LOST BOY, SUBURBIA, BLUE, TOO GOOD, EASE, THE QUIET, HEAVEN, DKLA, basically all songs in this album are my favorites because I'm biased. The music is hypnotizing. Troye's voice is heavenly. The lyrics of the songs are beautiful.

Seriously, this whole album is a work of art.

And the big thing is he is going on tour!!!!111!!! The entire fandom is freaking out, really. Many people has gotten the tickets and make announcement in tumblr like seriously people stop making me jealous. There's no Asia tour so there's no way I can see my son performing live. So sad.

I've been listening to this album for hours because I was (and always am) blown away with his talent. If you haven't listened to this album yet, you better listen to it because it's hella cool.

Friday, October 24, 2014

Mbak Dee dan Karyanya yang Menginspirasi



Baru saja selesai baca ‘Gelombang’, episode kelima dari serial ‘Supernova’. Seperti biasa, serial ini mampu membuat saya hanyut dalam setiap halamannya. Bangga bisa dapat buku ke-746 dari 2014 eksemplar edisi khusus bertanda-tangan.

Dee yang merupakan nama pena dari Dewi Lestari ada di bagian atas di daftar penulis favorit saya. Karyanya yang saya baca pertama kali adalah ‘Perahu Kertas’ kemudian ‘Rectoverso’. Tapi yang benar-benar membuat saya terpesona adalah serial ‘Supernova’.

Saya mulai membaca Supernova kira-kira satu tahun yang lalu ketika saya berumur enam belas tahun. Kenapa saya baru baca tahun lalu padahal serial ini sudah lama terbit? Well, menyesuaikan konten yang ada dengan umur saya. Kalau bacanya dulu-dulu saya pasti nggak akan ngerti isi bukunya yang notabene emang cukup berat.

Karya-karya Mbak Dee selalu mengambil jalan cerita yang tidak biasa. Karya pertamanya, ‘Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh’ diterbitkan tahun 2001 dan di situ disungging pasangan gay Reuben dan Dimas. Mbak Dee sangat berani menyinggung gay di tahun 2001. Di Indonesia, orang-orang gay sangatlah tidak bebas karena bertentangan dengan nilai dan norma bangsa dan agama. Di tahun 2014—yang orang-orangnya sudah mulai berpikiran terbuka dan mulai banyak yang menghormati hak-hak LGBT—saja mereka masih sering dicerca masyarakat, bagaimana dulu? Ini sesuatu yang tidak biasa dan luar biasa menurut saya.

Kisah-kisah di serial ‘Supernova’ ini punya jalan cerita yang sulit ditebak. Dalam setiap seri, tokoh yang dibahas selalu berbeda, dengan latar belakang yang berbeda, dan menghadapi masalah yang berbeda-beda juga. Cinta pertama saya adalah episode ‘Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh’ dan sampai sekarang episode itu tetap menjadi favorit saya. Kebanyakan novel remaja Indonesia (teenlit) punya jalan cerita yang gampang ditebak dan itu membosankan (bagi saya), itulah mengapa sebelum ini saya lebih menikmati karya-karya sastra luar negeri. Begitu saya membaca ‘Supernova’ saya langsung jatuh cinta dan saya tahu kalau mengeluarkan uang untuk melengkapi serial ini bukan hal yang sia-sia tak berguna.

Dalam setiap pengerjaan karyanya, Mbak Dee selalu melakukan riset yang matang. Hal itu terbukti dengan narasi dan dialog yang ada dan terasa begitu nyata. Deskripsinya tentang tempat-tempat di luar sana yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, tentang kehidupan para tokoh yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Segalanya tergambar jelas. Semua permasalahan yang ada juga dijabarkan dengan terperinci seperti cara tokoh itu menyelesaikan masalahnya atau perjalanan spiritual sang tokoh. Banyak istilah yang asing di telinga saya saat saya membaca serial ini. Menurut saya, itu salah satu daya tariknya. Saya selalu dapat belajar hal baru ketika membaca, bahkan bisa memperjelas apa yang selama ini abu-abu bagi saya. 

Membaca serial ini rasanya seperti sedang menyatukan potongan-potongan puzzle yang lama-kelamaan tersusun menjadi satu gambar yang jelas.

Serial ‘Supernova’ sudah banyak menginspirasi banyak orang untuk menulis, termasuk saya. Saya suka pilihan kata yang digunakan Ibu Suri, puitis tapi tidak berlebihan, indah tapi sederhana. Salah satu author fanfiction favorit saya di salah satu fandom juga menulis fic yang terinspirasi dari ‘Supernova’ episode ‘Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh’ dan saya juga jatuh cinta dengan karyanya.

Gara-gara saya sering baca serial ini di sekolah, ‘Virus Supernova’ sudah mulai menyebar di kelas. Tapi bacanya ganti-gantian. Buku saya jadi beredar ke mana-mana, deh. Terima kasih Ibu Suri, karya-karyamu telah menjadi teman setia saya di samping bantal selama setahun belakangan ini. Tak sabar menunggu ‘Inteligensi Embun Pagi’ lahir!

A simple perfection. I found a little piece of heaven.

Tuesday, December 4, 2012

Betapa Asyiknya Membaca


Hai, apa kabar? Lama tak bersua!

Saya cuma mau cerita aja, sih. Akhir-akhir ini saya lagi doyaaaaaaaaan bangeeeet sama buku. Udah kayak zombie kutu buku, jalan di koridor sekolah sambil baca buku. Kemana-mana selalu bawa buku, tapi sayangnya bukan buku pelajaran. Sebenarnya sudah dari kelas 2 SMP sih saya doyan baca novel tebel-tebel. Dulunya cuma seneng baca komik. Tapi karena sekarang komik makin mahal, jadi lebih sering beli novel tebel yang bisa dibaca berhari-hari ketimbang komik tipis mahal yang 15 menitan udah selesai dibaca.

"Kenapa sih suka baca?" "Emang seru gitu ya baca novel tebel yang nggak ada gambarnya?"

Prihatin, sih, denger komen yang begituan.Teman-teman sekolah saya juga banyak yang begitu, nggak tertarik baca novel hanya karena nggak ada ilustrasinya, karena isinya tulisan doang. Tapi justru karena nggak ada ilustrasinya, maka imajinasi kita jadi terpacu untuk membayangkan setiap adegan yang tersirat di sana, bukan?

Dalam buku itu kita bisa menemukan dunia baru. Dunia penuh fantasi hasil karya sang pengarang. Rasanya menyenangkan, lho, bisa menenggelamkan diri dalam lautan kata-kata, membiarkan diri berlabuh menyusuri setiap halaman, dan kadang dirimu bisa tersedot masuk ke dunia di dalam buku itu. Nggak jarang saya terbawa suasana. Ketawa-ketawa, mesam-mesem, deg-degan, nyesek, nangis, galau, macem-macem, deh!

Hal yang paling menyenangkan dari membaca adalah saat kita bertualang di setiap lembar halamannya, membiarkan diri kita tertarik ke dunianya, dan merasakan keajaiban dari untaian kata-kata yang ada di dalamnya, jalinan kata yang membuat kita terbius.

Sedih banget, anak-anak kecil sekarang jarang ada yang menikmati dongeng-dongeng klasik. Di lemari saya banyak terdapat buku-buku dongeng anak yang sekarang jarang disentuh. Mungkin akan berakhir masuk dos dan dikirim buat disumbangin ke panti asuhan, biar anak-anak di sana tahu sensasi membaca dongeng klasik.

Seperti kata Walt Disney, "Harta karun dalam buku jauh lebih banyak daripada yang disembunyikan perompak di pulau harta atau di tengah samudera."

Kalau kata saya sih, dengan membaca kita bisa merengkuh dunia, mendekapnya dalam pelukan kita, dan merasakan betapa luasnya sebuah buku itu. Walaupun ukuran buku itu kecil, tapi hal-hal yang dituangkan penulis ke dalam buku itu lebih luas dari bumi kita.

Saya nggak habis pikir sama orang-orang yang nggak suka baca. Mungkin mereka belum menemukan "harta karun" itu ya? Saya harap generasi-generasi sekarang makin gemar membaca, deh. Pokoknya membaca itu sangaaaaaat menyenangkan! :))